Pidato Idul Fitri Presiden Nigeria Tuai Kritik, Kenapa Ya?

detiknews

detiknews Seperti kebanyakan pemimpin negara di dunia, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengucapkan selamat Idul Fitri kepada umat Islam yang merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa. Apa daya, setelah menyampaikan pesan lebarannya, dia malah menuai hujatan.

Ucapan Idul Fitri Presiden Buhari disiarkan lewat televisi. Ia berpesan agar kebiasaan baik selama Ramadan, seperti berzikir, mawas diri, berderma pada rakyat miskin dan menjaga kedamaian, tetap dilanjutkan selepas bulan suci.

Ya, pesan itu bernada hangat. Namun usut punya usut, sejumlah warga Nigeria berang karena mendengar ucapan Idul Fitri itu disampaikan dalam bahasa Hausa. Sejatinya, bahasa Hausa memang bahasa ibu sang presiden.

detiknews Akan tetapi, warga non-Hausa tidak senang. Mereka menilai presidennya sudah berpihak. Padahal dia tahu betul kalau Nigeria terbagi menjadi dua etnis besar, yakni Hausa dan Fulani. Kedua etnis ini bersitegang tak ada habisnya.

“Idealnya, presiden menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris terlebih dulu. Bagaimana bisa seorang pemimpin negara Nigeria bicara hanya pada satu kelompok? Dia kan bukan cuma presiden orang Hausa! Ini memalukan!” tukas ajudan mantan Presiden Nigeria Goodluck Johnson, Reno Omokri, Selasa (27/6/2017).

detiknews Juru bicara komunitas Igbo juga mengkritik kemunculan Buhari dalam perayaan Idul Fitri tahun ini. Sudah hampir 50 hari presiden itu tidak menampakkan batang hidungnya karena alasan kesehatan. Kehadirannya kali ini terang mematahkan rumor yang mengatakan kalau Buhari menjadi bisu akibat sakit yang dideritanya.

“Muncul-muncul, dia malah membuat negara ini jadi republic pisang,” umpatnya.

Di samping itu, ada juga yang mempertanyakan keaslian video tersebut. Bisa saja suaranya dipalsukan sehingga menunjukkan seolah-olah presiden berpihak. Kelompok ini meminta diadakan penyelidikan terhadap rekaman tersebut. detiknews

0 thoughts on “Pidato Idul Fitri Presiden Nigeria Tuai Kritik, Kenapa Ya?

Leave a Reply